Laskar Pelangi

Degradasi warna menghampar di tepian. Pasir menguning membias kehijauan hingga biru tua, yang kalau cakrawala tak membatasi, seakan menyatu dengan langit yang tersenyum cerah hari ini.

Berlari meninggalkan jejak di pasir putih berkilauan. Mendaki dan meloncat dari ketinggian,berenang mengejar matahari, dan yang pasti melemparkan semua beban, yang kami bawa dalam ransel kehidupan kami, ke dalam teriakan, loncatan dan hempasan. Ringan hati ini kembali terasa, setelah sekian lama kami rindukan. Cerminan ketenangannya pun terbias dan memancar dalam senyuman, yang terlihat jelas bayanganya saat kami basuhkan muka dalam kejernihan samudra.

Kami daki bebatuan, berdiri diatasnya, hirup udara kebebasan, kejernihan dan ketenangan, mengangkat tangan kami tinggi seakan menantang Batara Surya dan Baruna, tapi nyatanya, syukur yang menyeruak di Hati, memecah batasan kami dengan Dia Yang Menyajikan Semua Ini.

Indah sekali…
Frame demi frame Cinema Ilahi yang berjudul “Senja di Bebatuan Tanjung Tinggi” kami lewati. Sun set kami nikmati dari sini, dari atas bebatuan layaknya Laskar Pelangi. Menatap lepas kombinasi warna senja yang perlahan terdominasi keemasan, memantul di bebatuan, sebagai pemanis untuk para pemburu gambar, yang tersenyum cerminkan karya mereka tlah puaskan hati.

“Indonesia Pusaka” dan “Kulihat Ibu Pertiwi” pun menutup “pergelaran” rohani.

Dan bersama angin senja, kami sadar betapa mulia harusnya pemimpin bangsa ini mengemban tugas menjaga, dan betapa anak bangsa harusnya bisa membusungkan dada bercerita, “Maha Karya” yang Dia titipkan tuk Galeri bernama Indonesia. Tapi semua terlanjur tertutup aib korupsi dan konspirasi untuk golongan dan diri sendiri.

Ya Tuhan…
Sadarkanlah pemimpin kami tentang realita dlm cerita di balik Laskar Pelaangi. Betapa itu nyata, betapa mereka bahagia, tanpa kuasa dan limpahan materi. Sampai kapan Bangsa ini menjadi bulan-bulanan mereka-mereka yang tak tahu arti Kebahagiaan yang sebenarnya, “Yang Nyata Hanya Saat Kita Berbagi”.
Seperti Laskar Pelangi.

14 Mei 2010
Di atas bebatuan Tanjung Tinggi.

9 Responses to “Laskar Pelangi”

  1. Ariyani Gusti

    niceeeeee jgn mupeng kesana….. taG potonya ya geng :P

  2. Ariyani Gusti

    typo **JADI MUPENG** hehehe :P

  3. Yuanita Sandra Wijaya

    "Tapi semua terlanjur tertutup aib korupsi dan konspirasi untuk golongan dan diri sendiri."*Ga butuh kalimat ini, bikin mood rusak, hahaa…."… realita dlm cerita di balik Laskar Pelaangi. Betapa itu nyata, betapa mereka bahagia, tanpa kuasa dan limpahan materi."*Niceeeee…dunia boleh tertawa, melihatku bahagia, meski di tempat yang kau anggap tak biasa*:)

  4. Hanafi Gozali

    The last parapgraph,,i love it!!

  5. Wayan Agus Yudiana

    @cabi halah kepanjangan comentnya :D @hanafi :)

  6. panah hujan

    Daddy, nggak bisa tukeran link blog ya? :(

  7. co-that

    Bisa kok … tinggal tukeran kan?

Leave a Reply




Switch to our mobile site