The Power of Dream
Akhirnya setelah lama vakum, aku kembali lagi nulis di sini. Sebenarnya ada banyak cerita selama absennya aku nulis disini. Beberapa hari ini aku sedikit dikejar target dari kerjaan, tapi kegiatan menulis tetap jalan. Namun aku tidak menulis di blog ini, aku juga membangun sebuah blog tentang product-product Apple Inc. Yup ide ini muncul setelah aku beberapa hari memegang salah satu dari product-product apple yang menurutku penuh dengan inovasi yang sangat mengagumkan. Bagai mana tidak, kekalahan apple dalam dunia perangkat lunak khususnya Operatig System, dari raksasa Redmond Microsoft, dibalas dengan peluncuran product pemutar music iPod, yang menghebohkan dunia, padahal sebelum itu banyak pabrikan-pabrikan lain seperti Creative yang terlebih dahulu bergerak di pasar pemutar Music. Namun dengan inovasi yang sangat mengagumkan, Apple mampu mempersembahkan sesuatu yang “biasa tapi berbeda” pada customernya.
Sebentar lagi salah satu result dari “The Power of Dream” (eh ini kan slogannya Honda ya?? Pinjem bentar deh…) akan diluncurkan. Dan belum diluncurkan saja, sudah membikin ketar-ketir pabrikan pendahulunya. Ya iPhone, satu lagi buah inovasi Apple yang membuat Nokia dan produsen gedget lainnya mulai bersiap-siap (seperti yang diberitakan detik). iPhone dengan navigasi dua jarinya menjadi hal yang sungguh mengagumkan yang tidak terbayangkan sebalumnya. Padahal tidak ada teknologi baru yang diimplentasikan seperti halnya layanan seluler generasi ke tiga (GSM 3G), namun Apple selalu bisa menjadikan sesuatu yang biasa itu menjadi luar biasa.
Namun Apple juga tidak meninggalkan core business-nya, yaitu machine dan Operating System. Peluncuran bayi-bayi imut nan menggemaskan serta cerdas berotak Intel Core 2 Duo, juga menarik perhatian pasar IT sekarang ini. Selain memberikan kesempatan bagi pernggunanya untuk menjalankan Operating System Intel base di machine-nya, Apple juga menawarkan prestise dan kesan elegan namun tetap “gaul” pada product notebooknya yang terbaru. Ya Macbook dengan processor Intel, selain bisa untuk para profesional juga sangat pass buat anak muda gaul yang menggandrungi dunia IT, liat saja di mall-mall yang memberikan fasilitas Airport untuk Internet gratis buat para pecandu Internet yang kebanyakan anak-anak muda. Sebenarnya produk ini biasa-biasa saja dari segi fungsionalitas, namun sekali lagi Apple memberi sentuhan lain seperti yang aku paparkan diatas.
Terus apakah kita harus membali semua inovasi itu? Tidak! tulisan ini bukan bermagsud untuk promosi produk-produk apple, namun lebih ingin utuk mengajak kita melihat bagai mana inovasi bisa membuat hal yang biasa menjadi luar biasa dan mimpi menjadi kenyataan. Tulisan ini tidak bermagsud mengajak untuk berfikiran konsumtif, namun ingin mengajak semua pembaca untuk meningkatkan potensi diri dengan berinovasi sesuai dengan kemampuan diri masing-masing. Mudah-mudahan di masa yang akan datang muncul banyak Stive Jobs Indonesia yang memberi titik cerah untuk kebangkitan bangsa ini.



venus
lhoh, iPhone bukannya udah beberapa bulan lalu mulai promo? tapi barangnya belom bener2 ada di pasaran, gitu kah??
co-that
iya… kira-kia begitu. iPhone masih jarang, pa lgi di Ina, malah kata detik, di Internet harganya udah melambung
Standalone
Apple? Menurut gua seh biasa aja. Karena sentimentil komunitasnya yg bikin popular. Kyk lo gini yud. Gua jamin, postingan lo ttg apple hingga skrg cuman sekedar bilang keren atau sinonimnya, tanpa bs memaparkan sisi mana yg lbh baik.
penilaian objektif jg selalu menyertakan minusnya.
apakah krn kmu berbeda dan unik maka kmu merasa lbh baik?
Standalone
Coba liat teknologi baru microsoft: microsoft surface.
mBu
apple?
setuju ama lutfi..
bukan sesuatu yang perlu difanatisi..
xixi.. :p
co-that
@mbu and standalone
hahahahahha ternyata kalian gak mampu nangkp apa yang tersurat dan yang mau gw sampein dari blog ini. sebenarna bukan applenya atau bukan masalh fanatisme, itulah kenapa judul blog ini gak ada apple2nya, dan katgorinya ada motivasi.
ok aku jelasin deh…. tapi sebelumnya aku cerita sedikit.
ngeliat hp gw yang tipis (red: w880i) s i abang nanya “mas itu iPod ya??” trus gw jawab “ohh bukan cuma hape biasa, gak mampu mas beli iPod :p” trus dia lanjut nanya, “suaranya bagusan mana mas ama ipod??”sedikit terkejut gw jawab “wah mas ini uma hape biasa aja kok gak bisa lah dibandingin ma ipod”… dari situ gw simpulin dan berfikir, dan akhirnya pikiran gw itu gw limpahkan ke blog ini
kemarin malem depan, waktu makan mie rebus depan kosan gw, waktu makan mie hp gw bunyi dan diliat ama abang tukan mienya yang sekampung ama standalone
bisa bayangin gak?? apple yang dulunya bahkan gwpun yang orang IT jarang mendengar gembor-gembornya, sekarang mampu meluncurkan sebuah product yang brendnya bahkan tukang mie rebus aja tau. kalo saja gw tanya gini ma mang-nya “mas tau microsoft gak?? ” atau “tau teknologi surface gak?” gw yakin amangnya bakal jawab “wah mas saya mah taunya mikocok euy” hahahahhaha
itu sebenarnya yang ingin gw sampein dari blog ini. lebih kemasalah marketing yang luar biasa. bkan bermagsud mengajak konsumtif, tapi ingin juga menajak untuk selektif dalam memilih sesuatu produk baru gak tingal caplok aja… yaaa sedikit edukatif gitu…….kalo gw dibilang fanatik gak juga, gw lebih suka ngoprek linux dari pada apple. free boooo….
itulah motivasi yang ingin gw sampein, pengen mengajak berinovasi buat kita, dan bagaimana caranya agar inovasi kita bisa diterima oleh semua pihak…. gw juga beli apple macbook karena emang dari dulu ge pengen menjajal OS Mac yang katanya sama sekali gak pernah crash.
skali lagi yang gw titik beratkan disini adalah sebuah contoh yang real sebuah produk mampu menanamkan brandnya di mindset orang
kayak waktu induksi trainernya nyuruh kita jawab dengan spontan
trainer :”mobil keluarga”
traini: “kijang”
pasta gigi -> pepsoden
pemutar music > ipod
simcard -> simpati (hahahhahah boong ni!!!)
begitu hebat produk2 di atas sampai2 itu udah tertanam di otak kita
itulah kelebihan yang ingin gw tunjukin piii… dan gak cuma pengen nunjukin doank tapi pengen memotivasi pembaca untuk belajar bahkan mapu membuatproduk yang mampu membanggakan bangsa ini
standalone
Kalo masalah marketing…
Lo pasti pernah denger pembicaraan seperti “Ini windows-nya pake linux mas.”
Ada yg agak rancu, di satu sisi lo bandingin IPod dgn pangsa pasar yg jelas berbeda dgn Windows. Maka wajar saja jawaban yang yudi cari terlalu dominan pada satu object.
IPod itu dah seperti HP, lo bicara ama gembel kayak lo juga pasti ngerti.
Nah, PC baik itu desktop atau notebook, jelas bukan seperti HP.
Tidak semua orang punya, dan tidak semua orang yg punya menunjukkannya di umum.
Dan, Windows di negeri ini merupakan barang yg murah (banyak bajakannya), sudah seperti kartu prabayar gsm aja, ada yg bagus beli, kalo kgk ada tinggal buang.
Gua pikir seh, kalo emang lo ngerti apa yg lo butuhin, kagak bakal orang indonesia beli IPod, secara lebih baik beli HP yg punya adapter ke earphone. lebih murah. Cuman kan orang kita milih prestisenya. Dan prestise itu bukan karena marketing, tetapi ada istilahnya “Tipping Point”. Coba tanya aja ke Wira.
co-taht
nah itu dia, kebanyakan kan bangsa kita terlalu mentingin prestise dari pada funsi, makanya jadi korban. yaa termasuk gw ini. emang kalo gw pengen prestise dari apple gw, secara tidak ada lagi fungsi yang berkembang dari teknologi sekarang. jadi gw beli yang ada nilai plus nya.. jadi gak terlalu peduli teknologinya kayak apa …. dan seperti yang gw bilang di blog gw.. product2 apple itu biasa2 aja bahkan ada kurangnya… cuma apple mamanfaatkan kebutuhan orang2 indonesia yang mabuk prestise untuk jadi sasaran pemasaran mereka gitu brooo!! itu point gw… memanfaatkan kelemahan kultur bangsa ini untuk merasak duit!! makanya gw pengen nulis blg ini biar kita bisa selektif…..
co-taht
eh btw kenapa tanya wira?? hahahahhahahahahah jawab!!!!!
snefera
wah..wah..
komentarnya bisa dijadiin postingan sendiri nih, qiqi
vera
Uda ga usa alesan macem2, bilang aja busy pacaran ama BEA, thats it !
)
co-that
uahahhah akhirnya ketauan aku nyeleweng …. mbak jangan bilang2 ama BEA aku nyeleweng ke Apple yaa hahahhaha
iputera
Benar, kekuatan mimpi bisa mengalahkan sebalanya,
tapi jangan terbuai oleh mimpi “stop dreaming start action”
co-that
hihihihi udah baca semua mas??
baca paragraf terakhir deh