Surat Buat Kampung Halaman
Tuesday, January 19th, 2010
Yang Terkasih Kampungku,
Apa kabar ? Aku berharap engkau dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Diriku di sini baik-baik saja, berkat doamu aku masih bisa menyapa teman-temanku dan mengingat lembayungmu. Bersama surat ini, aku ingin menyampaikan kerinduan yang sangat mendalam yang aku rasakan, kerinduan yang tak pernah aku rasakan sebalumnya, hanya kepadamu dan Ibunda Pertiwi.
Kampungku….
ingin rasanya kembali bercengkrama dengamu, melewati waktu di tepian sawah belakang rumah, merasakan jernihnya air kehidupan, menaikkan layang-layang harapan setinggi-tingginya, serta tidur di halaman Rumah-Nya saat bulan purnama tiba.
Kampungku……
Sekarang aku jauh darimu, namun kerinduanku sekarang ini kepadamu tak akan cukup jika aku suratkan di sepanjang jalan menuju dirimu. Bahkan jika seluruh air laut aku jadikan tinta untuk penaku-pun tak akan cukup.
Kampungku….
Maafkan aku, tiada dapat aku mengunjungimu sekarang ini. Namun percayalah… jikalau senandung di pagi hari melantun dari bibirku, tiada lain hanya senandung rindu akan dirimu, senandung keindahan pesonamu dalam kalbu, yang terpancar dalam senyumku di tiap pagi yang aku lewati.
Kampungku…..
Aku titipkan kedua Orang Tuaku bersamamu, karena hanya dirimulah yang akan memberikan kedamaian buat mereka sepertihalnya kedamaian yang aku rasakan, walau hanya bisa mengenang keindahan dan menghirup aromamu dari keletihan hati.
Kampungku…..
Surat ini aku awali dan aku akhiri dengan paragraf cinta yang tersirat indah dalam hati. penuh harap dan tetap menanti… menanti waktu untuk aku kembali bersamamu dan mentari… telusuri pematang hati yang terbentang sebagai permadani kehidupan.
Dan bersama kalimat penutup ini aku lantunkan Doa untuk mu….. Hanya untukmu.
Salam Hangat
Pemujamu


