Archive for January, 2009

Curhat

Thursday, January 29th, 2009

Tok Tok Tok….. Masuk Bro!! Seorang sahabat tanpa berpikir panjang lagi menerobos masuk, menghampiri sterio yang bersandar di dinding bawah jendela. Green Day – “Time Of  Your Life” lagu favorite   dari band favorite dan dari album favorite   kami juga, menjadi pilihanya pagi itu. Aku melepas pelukan bantal guling yang sebenarnya masih sangat nikmat untuk menyandarkan kepala yang masih berat ini. Bangun duduk di tepian tempat tidur dengan bahu yang ditopang dua lengan yang dengan erat menggenggam tepian dipan, karena kepala masih sangat berat untuk di tegakan. “Ada apa Bro??” sepatah pertanyaan melontar dari mulutku. Dia terdiam dan mulai menempelkan punggungnya di dinding dan menatap langit-langit. “Dia memilihnya, karena dia tidak mau mengecewekan orang yang mencintainya dengan tulus”. Terperanjat aku mendengar jawabannya, “Orang yang tidak menghormati privasi, orangnya seperti anak kemarin sore yang mau bunuh diri, orang yang akhhhhh seperti itu dibilang mencintai?? itu mah posesif berlebih!” tungkasku. Dia hanya tersenyum dan mengarahkan pandangan datar dan pasrahnya kehadapanku, dengan senyum yang meneduhkan itu dia membalas:

“Tapi Aku Menyayanginya Yud”

Aku terdiam mendengar jawaban singkat dan penuh arti, yang segera aku sadari maknanya itu.  Sebuah jawaban dengan awalan senyum kasih sayang yang luar biasa menyadarkan aku betapa dialah yang benar benar “mencintainya”. Bahwa aku juga harus besikap yang sama dan tersenyum sembari mengingat bahwa aku pun baru saja “kehilangan” orang yang telah lama bersamaku tapa alasan yang bisa diterima.

Trima kasih sahabatku telah mengingatkanku arti kasih sayang yang sesungguhnya

Semoga dirimu berbahagia

Upgrade dan Redesign Kesederhanaan

Saturday, January 10th, 2009

Jumat Malam di Wisma Mulia lt 11. 02:59 wib harusnya merupakan waktu untuk maen Dota ampe pagi :)

Mata sembab, perut berontak, dan gangguan sepi serta keheningan menemani letihku malam ini. Seharian aku berkecambuk dengan error yang muncul dari beberapa plugin wordpress bikinan sendiri, yang aku coba  implementasikan pada wordpress versi 2.7 besutan terbaru. Ya memang dari kemarin malam aku sudah mencoba untuk melakukan update wordpress ku secara manual, walaupun sempat disarankan untuk memakai tools yang mempermudah oleh Imansyah.

Tapi ya namanya suka iseng, selalu timbul keinginan untuk  melakukannya dengan cara yang konvensional sehingga kontrol sepenuhnya di tangan kita. Bahkan dengan keisengan itu pula berhasil “mempoligamikan” beberapa plugin buatan sendiri tersebut dengan lancar (walaupun ada bebrapa yang menuntut cerai layaknya artis). Seperti kata Podelz Kalau semuanya pake tools kapan belajar!, Hmm sebuah semangat yang sederhana namun bisa meresap di pikiranku.

Punggung rasanya mulai melengkung ditarik  gravitasi yang diperkuat dengan posisiku sekarang yang terpisah 11 lantai dari ground floor. Dada mulai sesak dipenuhi udara dari air-conditioner yang sebagian telah dipadamkan untuk penghematan energi. Dan dari tadi  perut ini hanya disuplay dengan sebotol air putih yang disiapkan Mas Udin Office Boy kesayangan lantai ini karena keramahan dan kerajinannya:).

Akhh tapi letih ini terbayar dengan kepuasan bisa melihat blogku ini tersenyum dengan wajahnya yang baru. Wajah yang lebih sederhana, yang sengaja aku pilih dengan harapan kehidupanku, yang akan aku tuangkan di sini pun akan lebih sederhana namun lebih bermakna. Theme dengan judul Green Apple sedikit aku modifikasi dengan menambahkan background Shiva Nata Raja yang berwibawa, berharap selalu mengiringi perjalananku dengan dua buah apple melambangkan “Kesederhanaan” yang ingin aku bagi dengan seseorang dalam perjalanan tersebut  kelak :)

Dari sisi teknologi, WordPress 2.7 mempunyai bayak keunggulan dibanding pndahulunya (versi 2.1) yang aku pakai sebelumnya. Versi ini banyak mengimplementasikan Ajax dalam melakukan administrasi kontennya walau secara functionality umum sebenarnya tidak banyak berubah. Akhhh letih rasanya badan ini, tapi senyum puas bisa terbesit keluar menikmati hasil kerja yang sederhana ini. Semoga bisa pula menyejukan mata para pembacanya…..

Quote : “Hanya ingin mencintaimu dengan sederhana”

-nightelf-

Kalung atau Gelang Mutiara

Tuesday, January 6th, 2009

Nusa Lembongan, Kamis 01 Januari 2009

Sebuah pagi yang diawali dengan segelas teh manis panas, dengan asap yang masih mengepul secara tidak sengaja membasuh dengan sendirinya mata yang sembab akibat kurang tidur beberapa hari sebelumnya. Terdengar gemuruh ombak yang menampar pipi kanan dan kiri Nusa Lembongan, dan mungkin juga terdiri dari butiran butiran air yang hari sebelumnya mengulung mengantarkan kami, para anggota BBC menyebrang ke Lembongan. Sebuah perjalanan yang juga bisa dibilang sedikit mengerikan, karena kami menyebrang setelah diberitakan beberapa orang terseret ombak, yang mungkin berasal dari gulungan yang sama dengan gulungan ombak yang menyebrangkan kami tersebut. Dari lamunan tersebut terbesit pertanyaan “apa yang akan terjadi pada detik ini kalau ombak kemarin itu mengila dan membalikan kapal kami”.

Gak ada yang tahu apa yang akan terjadi detik-detik berikutnya dalam setiap titik hidup kita. Walaupun kita sehat walafiat tanpa kekurangan apapun, kita tetaplah hanya seorang manusia yang telah ditentukan jalan hidup dan matinya. Bahkan seorang John F Kennedy, yang merupakan seseorang yang telah disiapkan dengan penjagaan luar biasa, sedetik sebelum tertembak, tidak menyangka akan ada butiran panas menembus kepalanya pada detik berikutnya. Apa lagi kita yang kadang menganggap diri bukan siapa-siapa.

Tapi yang paling penting, sebenarnya bagai mana kita menjalin tiap butiran-butiran hidup kita menjadi untaian mutiara, bukan hanya butiran aliminium yang nilainya kurang berkesan. Kita tak bisa menentukan apakah untaian itu akan menjadi Kalung ataukah hanya sebuah Gelang, tapi yang penting kita bisa membuat setiap bagiannya menjadi mutiara yang berharga. Itulah kenapa Quote di header blog ini adalah

“Hidup Itu Indah Kalau Kita Menyadari dan Menghargai Setiap Perubahan di Dalamnya”.

Kita sering melewati banyak hal begitu saja, tanpa menyadari kalau hal tersebut adalah berharga. Walau hanya sebuah kekaguman akan rumput yang bergoyang, kalau kita bisa menghargainya seperti halnya penghargaan akan keindahan Jatiluwih dengan biru langitnya, banyangkan akan banyak penghargaan-penghargaan dan syukur serta nilai-nilai atas waktu yang diberikan kepada kita (walaupun tak sepanjang kalung mutiara).

Jatiluwih, Tabanan Bali

Berusahalah untuk selalu berjuang dengan semangat untuk tetap berkreasi menghasilkan butiran-butiran mutiara, yang pada akhirnya akan kita kagumi sendiri keindahannya, saat terjalin menjadi kalung yang panjang atau hanya beberapa untaian membentuk gelang.

Selamat Tahun Baru
Semoga setiap hari di tahun-tahun berikutnya mampu kita jadikan butiran mutiara yang siap kita untai menjadi sebuah keindahan yang kita kagumi bersama, tak peduli sampai kapan kita akan diberikan kesempatan untuk menjalinnya.

-nightelf-

Switch to our mobile site