Archive for April, 2008

The Miracle Of Water or The Miracle of Love??

Monday, April 28th, 2008

Melintasi beberapa tumpukan buku bertuliskan “Best Seller” diatasnya, menggerakan kedua bola mataku ke kanan dan kekiri mencari beberapa judul yang kira-kira bisa membuat aku, stidaknya tertarik untuk membaca sinopsis yang tersurat di balik setiap buku tersebut. Sebuah buku, yang sebenarnya telah lama menghiasi tumpukan serupa kembali, untuk kesekian kalinya menarik perhatianku untuk membacanya. Ya buku hasil karya Masaru Emoto yang bertitle “The Miracle of Water” kembali memikatku untuk memahami apa yang ingin disampaikan penulisnya. Dalam sebuah buku terjemahanke dalam bahasa Indonesia (biasalah Englishku cuma senin kamis :P ) yang tebalnya kira-kira 92 halaman, aku mencoba mencari apa yang sebenarnya ingin disampaikan sang penulis. Setelah bolak balik (bukan cuma bukunya, tapi pembacaya juga, kadang ke tengadah, kadang tengkurep kadang nungging, kadang jongkok upss di kamar ini bukan kamar mandi :D ) membaca buku yang sebenarnya sudah bukan tergolong buku yang baru lagi (waktu baru terbitnya, jangankan beli buku, buat makan aja susah), aku sampai pada kesimpulan yang mungkin sedikit berbeda dengan pembaca lain.

Dari pujian-pujian yang aku baca dari beberapa blog yang membahas isi dari buku ini, kebanyakan sangat mengagumi object yang dibahas di dalamnya, yaitu air, dimana mampu menghasilkan kristal-kristal mengagumkan dan disertai kata “Maha Besar Tuhan telah menciptakan air untuk kita semua”. Buatku, itu bukanlah suatu hal yang “wah” untuk dikagumi, buatku semua ciptaan Tuhan selalu mengagumkan dan selalu bermanfaat buat umat manusia, bahkan hanya sebuah batu krikil di pinggir sungai.

Seharusnya yang kita kagumi adalah apa yang membuat air demikian indahnya “menari” dan “tersenyum” seperti itu. Seperti yang dijelaskan Dr. Masaru, Resonansi dari getaran energi positive kehidupan yang timbul dari aksi yang dilakukan manusialah semua itu terjadi. Masih kah ingat kita dengan Hukum Newton III (halaaahhhh Nilai raport Fisika merah aja blagu :D ), “Setiap Aksi Menimbulkan Reaksi”, inipun berlaku untuk manusia bahkan jauh sebelum Newton mematenkan, hukum ini telah dikenal dengan sebutan Karma (bukanlah Hukuman Tuhan, emang Tuhan algojo?? tapi merupakan Reaksi dari apa yang telah kita lakukan, Dia gak usah turun tangan, udah ada systemnya sendiri ya tentunya Dia yang coding dan ngompilenya ampe jadi executable halah sok IT).

Manusia terdiri dari 90% air yang membentuk tubuhnya, dan dikelilingi oleh energi atau gelombang elektromagnetik yang banyak dikenal sebagai aura atau dalam bahasa Yoga/Reiki disebut prana. Dan loncatan dari energi ini dipengaruhi oleh setiap pikiran/prilaku dan perkataan manusia dan akan mempengaruhi setiap benda/energi di sekitarnya, termasuk di dalamnya air. Dan oleh Dr. Masaru, diabadikan beberapa reaksi yang dihasilkan air, dari aksi Cinta, Kasih dan berbagai aksi positif yang kita lakukan, dan aku meyakini tidak cuma air, batu, tanah, pohon, binatang, semua hal yang Dia sediakan untuk kita di alam ini akan “Tersenyum” pula apabila energi cinta dan kasih itu kita tebarkan untuk alam semesta ini. Dan jangan lupa, tubuh kita sendiripun adalah air yang akan bereaksi serupa dan akan membawa kesehatan kedamaian serta kebahagiaan.

Oleh sebab itu marilah kita tebarkan Cinta dan Kasih, mulai dari diri sendiri, sesama dan untuk semua mahluk di alam semesta ini. Mulai dari senyuman, ucapan terima kasih hingga Doa merupakan aksi yang memancarkan energi positive untuk kita semua. Jadi aku lebih setuju apabila buku ini diberi judul The Miracle of Love

Kyle XY, Session 1

Tuesday, April 8th, 2008

“Yudi coba deh tonton serial ini, aku yakin kamu pasti suka”, Lhutfi meyakinkan aku, yang memang tidak terlalu suka nonton serial2 tv yang lagi ngetren belakangan seperti Heros, Prison Break, atau sinetronya Cinta Laura dll. Dari sinopsis singkat di tengah rasa lapar karena hari udah menunjukan pukul 12.00 WIB, Lhutfi menggambarkan bagaimana Kyle, seorang anak yang “diciptakan” dengan kemampuan IQ yang sungguh luar biasa bisa menghafal Ensiklopedia dunia hanya dalam waktu beberapa jam saja, atau memecahkan permasalahan matematis yang harusnya diselesaikan oleh seorang profesor berbintang 5 (haduh Alrm Pak Harto ni magsudnya??). Diceritakan pula Kyle “lahir” dalam keadaan sudah bertubuh seorang remaja berusia 16 tahunan, namun masih bagaikan bayi yang tidak tau apun di dunia ini. Hmm Menarik juga pikirku, dan akupun mencoba mengikuti ceritanya.

Namun apa yang membuat aku kagum dan tiba-tiba menjadi sitia untuk menantikan download-an Lhutfi episod demi episod dari serial ini? bukan-bukan karena Kyle menggunakan 75% otaknya (Enstain hanya menggunakan 9% dari semua kemampuan otaknya, kalau gw cuma 0,00000000000000000000000………1 % ampe puas banget sekali!!!) tapi kemampuan pembuat ceritanya yang memberikan tuntunan demi tuntunan moral dalam kehidupan Kyle dan mungkin tanpa kita sadari juga terjadi dalam kehidupan nyata. Di sini aku sadar, setinggi apapun IQ orang, tidak akan mampu mempelajari Manusia ( dan kehidupan sosial dan spiritualnya) dalam waktu singkat, dan bahkan seorang Kyle-pun merasakan stres dan bingung mempelajari setiap tingkah laku manusia di sekitarnya, dan dia membutuhkan waktu seumur hidup untuk bisa memahami semuanya. Apa lagi yang berhubungan dengan Rasa dan Perasaan serta bagai mana menerima hal-hal yang hanya bisa dirasakan tanpa penjelasan logis. Dan peran seorang Nicol Trigger-lah yang membuat Kyle sang Jinius memahami apa arti cinta dan perasaan. Peran seorang Ibu yang sempurna menurutku apik sekali dilakonkan dalam peran Nicol tersebut.

Jadi kesombongan akan perkembangan Otak Kirimu tidak akan berarti sebelum seimbangan dengan kemampuan Otak Kananmu! Dan hasil pengamatanku selama ini membawa aku pada sebuah kesimpulan yang membedakan antara Kepintaran dan Kecerdasan. Kepintaran biasanya diukur hanya dengan prestasi akademis, namun sayang orang pintar hanya mampu berkembang dengan kepintarannya sendiri. Sedangkan orang cerdas, diukur dari kreatifitas dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan yang paling penting Orang Cerdas adalah orang yang mampu memanfaatkan orang-orang Pintar untuk mencapai tujuannya.

”Justru anak yang cerdas itu adalah anak yang bisa bereaksi secara logis dan berguna terhadap apa yang dialami di lingkungannya”
-Eileen Rachman
psikolog yang juga Direktur Experd, konsultan sumber daya manusia-

Dan semuanya akan lebih sempurna jika dijalankan tidak hanya berdasarkan logika dan pikiran, namun juga Hati, layaknya Kyle dalam usahanya belajar hidup dan kehidupan.

“Because when you love(Not Think/Brain),there’s no limit to what you can accomplish.”
-Kyle-

Switch to our mobile site