Archive for October, 2007

Untuk Sang Keberadaan

Thursday, October 11th, 2007

aku telah lama menyelami
tapi tak setetespun air yang aku sentuh
aku telah lama terbang
tapi tak sedikitpun angin membelai kulitku
akupun telah lama berjalan
tapi tak sejengkal tanahpun aku pijak

aku menangis
walopun tiada luka menyat kulitku
aku tertawa
hanya menyadari kebodohanku

kebodohan telah menganggapmu ada dan menampik negasinya
tiada sadar kalau engkau adalah keberadaan itu sendiri
kebodohan telah menganggapmu jauh di sana
dan mencarimu kemana-mana
tiada sadar kalau engkau sebenarnya disini
dan tetap akan disini
kebodohan akan ketakutan siksa dalam akhirku
dan melupakan betapa hangat kasihmu dalam jiwaku

aku mencoba meraih penjelasan
tanpa sadar akan kejelasan itulah dirimu
aku mencoba pula meminta sesuatu
tanpa sadar engkau telah memberikan segalanya untukku

maafkan aku
pelayanmu…

Sebenarnya puisi iseng ini sudah pernah aku post di FS, tapi entah kenapa setelah menyaksikan acara tentang Sufisme di metro tv dan menyimak sebuah puisi dari seorang Sufi Jalaluddin Rumi , yang telah juga banyak mengajariku, aku ingin sekali untuk mem-post puisi ini lagi.

The day I’ve died, my pall is moving on -
But do not think my heart is still on earth!
Don’t weep and pity me: “Oh woe, how awful!”
You fall in devil’s snare – woe, that is awful!
Don’t cry “Woe, parted!” at my burial -
For me this is the time of joyful meeting!
Don’t say “Farewell!” when I’m put in the grave -
A curtain is it for eternal bliss.
You saw “descending” – now look at the rising!
Is setting dangerous for sun and moon?
To you it looks like setting, but it’s rising;
The coffin seems a jail, yet it means freedom.
Which seed fell in the earth that did not grow there?
Why do you doubt the fate of human seed?
What bucket came not filled from out the cistern?
Why should the Yusaf “Soul” then fear this well?
Close here your mouth and open it on that side.
So that your hymns may sound in Where- no-place!

-RUMI-

Switch to our mobile site