Pagi itu pukul 07.00, dering HP yang tergeletak di sebelah tempat merobek kelopak mata, memaksa retina mata yang belum siap ini, menyerap matahari pagi berlebihan. Kuraih HP yang juga bergetar, sehingga benturannya dengan lantai kramik kamar menjadi tambahan dering yang semakin menambah suasana berisik di pagi ini. Namun setelah melihat nama yang tercantum di HP adalah atasanku di kantor, Hm Hm kubenahi suaraku yang masih meredam karena baru bangun sehingga tidak terdengar kurang sopan, mencirikan aku masih belum sadar penuh, dan akupun segera jawab panggilan itu. “Yud jam 8 bisa ikutan meeting di lt.5 membahas masalah kemarin?”, tanya beliau sopan. “Oh OK pak saya segera ke kantor”. sahutku menyanggupi permintaan Beliau. Dan segera pula aku bangkit dari tempat tidur, walaupun badan rasanya masih ingin berbaring dan terasa sedikit nyeri, mungkin karena terpaan kipas angin yang semalaman serasa menusuk masuk melalui pori-pori, tanpa permisi menerobos ke tulang-tulangku. Mandi dan sembahyang adalah dua hal wajib yang aku lakoni setiap pagi menjelang ke kantor (ganti baju juga lahhhhh), ya hanya itu, begitu pula sepulang kantor, cuma bedanya sepulang kantor mandi optional kekekekkekek.
Setibanya di kantor, sang waktu terus berlari tanpa kompromi, tak terasa pukul 8 pagi sudah ditunjukan jam meja bertuliskan Microsoft, hasil rampasan dari Boby IT VaS. Waktu untuk aku segera menuju lantai 5 Wisma Mulia untuk menghadiri meeting dengan rekan-rekan dari marketing. Jamuan teh hangat dan gorengan manis menyambut kedatangan seorang tenaga IT(red:buruh IT) di ruangan meeting dimana dia telah ditunggu oleh rekan rekan dari marketing, dengan presentasi power point yang telah disiapkan di sebuah laptop bertitle ThinkPad besutan IBM dan dibiaskan ke layar putih layaknya layar tancap yang siap memutar film Box Office yang terbaru (emang ada yaa???
). Dan film-pun dimulai, dengan bahasa marketing tanpa pilihan subtitle IT language seperti C++,.Net, Java,PHP,Perl, Phiton,Samba,Cobra (ini kok kayak kebun binatang jadinya?? melata semua lagi hahahha), yahhh setidaknya bahasa UML atau sekedar Use Case, atau bahkan bahasa yang sedikit dimengerti oleh orang IT. Yah memang itulah salah stu tugas seorang IT Developer untuk menerjemahkan bahasa user yang kadang tidak mau peduli tentang kesulitan orang IT, dan hanya pedulu dengan permintaan mereka serta selalu menganggap IT bisa menyelesaikannya dengan seksama dan tempo sesingkat-singkatnya (udah kayak bikin naskah proklamasi aja, mana naskah proklamasi gak pake parsing, debuging, dan belum lagi error di mana2 mending cuma warning
.). Akhirnya setelah film selesa, dan aku hanya melihat gambar tampa tau jalan cerita dari film itu, mulailah aku coba menggunakan bahasa isyarat untuk mengarahkan bahasa sang user untuk bisa dipahami oleh bahasa kami. Yahh pada akhirnya ada sedikit bayangan apa yang sebenarnya terjadi pada film tadi, tau siapa antagonis siapa yang bengis dan siapa yang baik hati.
Pukul 9 lewat 30 menit 20 detik, aku teringat kalau hari ini juga ada meeting di lt 18 dengan rekan-rekan HR dan GA dan beberapa vendor mereka. segera bergegas ke bioskop berikutnya yang kali ini tanpa layar dan langsung secara 3 dimensi dilakoni di depan mata. Hmmm yang ini lebih sengit, mendekati film action mandarin dengan khas jurus mabuk sebagai senjata pamungkas untuk solusi terakhir mengalahkan musuh besar. Yahh seperti biasa, alot dan penuh perbedaan pendapat selalu menjadi hal yang biasa dalam sebuah meeting dengan user yang bahkan bahasanya sendiri masih belum nyambung, dan kita sebagai penengah harus bisa sabar dan berusaha menjadi penerjemah bahasa mereka. Eit belum selesai tugas translator IT, berikutnya menerjemahkan bahasa mereka ke dalam bahasa IT sendiri
. Yahh begitulah meeting berlangsung alot samapai tak terasa waktu makan siang telah lewat dan makanan di Pentri yang harusnya gratis sudah habis dan harus merogoh gocek sendiri untuk membeli makan di bawah.
Sambil makan aku merenung dan bertanya dalam hati, apakah aku dulu tepat mengambil jurusan IT?? Dengan kenyataan dimana Ilmu IT gak cukup untuk memenuhi kebutuhan user seperti diatas. mari kita rinci satu per satu ilmu yang kira-kira harus dikuasai oleh seoarang IT developer:
1. Ilmu Bahasa dimana orang IT hasur mengerti dan bisa menerjemahkan berbagai bahasa dari user. Dapat kuliah Ilmu Komunikasi dan hubungan Internasional :p
2. Finance orang IT harus mengerti tentang finansial karena emang pasti akan berhubungan dengan user Finance mengerti apa itu alur dari PR samapai PO dan menjadi Invoice. dan lagi juga harus bisa mengontrol finansial sendiri, bisa dilihat dari selalu kehabisan makanan gratis di pentri :p kekekekke jadi harus dapet kuliah Accounting dang Ekonomi.
3. Human Resource mesti mengerti masalah2 di Human Resource karena baik secara business process maupun fisikologi orang, belajar mengerti apa yang dibagsud user tanpa mengerti bahasa mereka. belajar sabar menghadapi orang. Kuliah fisikologi wajib bagi orang IT kalau perlu ada kelas meditasi dan yoga untuk menengkan dan mengontrol diri kekakkakaka.
4. Marketing yahhh kasusnya kayak yang diatas lahh, harus mengerti bagai mana teknik marketing, prediksi dan analisa market share, survei, presentasi dlll yahh kulah marketing lahhhh
5. Logistic, budgeting, Pajak(DPP, WHT, pasal 23) dannn banyak lagi…. jadi waktu kuliah 4 tahun kayaknya gak cukup buat menjadi orang IT developer hahhahahahahahahah
peace !!!