Pernahkah kita membayangkan, desa kelahiran kita yang mungkin letaknya di pelosok , memiliki sebuah laboratorium untuk para pemudanya mengembangkan diri, siap bersaing secara individu di dunia yang sudah mulai datar ini??, dan fasilitas itu bisa diperoleh dengan biaya yang sangat murah? Membayangkan bagaimana pemuda pengrajin ukiran khas daerah setempat, yang selama ini hanya menjadi “buruh” para distributor, menjajakan hasil karya mereka di Friendster/ Multiply / bloger.com atau Kaskus.us atau bahkan e-bay(kalo gak di black list indonesia
)? dan ikutan berperan dalam distribusi hasil keringat mereka sendiri, keseluruh belahan dunia? Di dunia dengan teknologi yang mulai mendatarkan dunia itu sendiri, semua itu sangatlah mungkin.
Bermula dari kebutuhan akan sebuah server, untuk development aplikasi berbasis PHP-Mysql, yang sebenarnya tidaklah membutuhkan spesifikasi mesin yang tinggi, apalagi tampilan grafik yang aduhai, ide gila ini muncul dengan tiba-tiba.
Pagi itu,tak sengaja perhatianku tertuju pada beberapa PC bekas yang telah lama tidak digunakan, yang diletakkan di kolong meja beberapa senior di kantor. Dan saat itu juga teringat sebuah petikan yang disampaikan Lhutfhy (bener gak sih tulisan loo kayak gini?? salah terus gw
) beberapa hari sebelumnya, “System yang baik bukanlah System yang memiliki fungsi yang lengkap untuk kebutuhan semua orang, tapi System yang memiliki fungsi yang lengkap untuk kebutuhan orang yang menjalankan System tersebut”. Kembali aku bertanya, pada diriku, untuk melakukan Komperasi kebutuhanku saat ini. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah mesin development yang usernya sudah pasti hanya diri sendiri dan hanya akan menggunakan service dari Apache dan Mysql. Kebutuhan ini tidaklah membutuhkan spek mesin yang tinggi apalagi Operating System dengan Graphical User Interface yang wah, aduhai, dan bahenol seperti yang ditawarkan beberapa OS dari vendor terkenal, dan dengan haraga beberapa ratus dolar.
Dari situ aku mulai mengumpulkan beberapa PC bekas (Processor Intel Pentium III 650Mhz, HD 12 GHz, Memory 256Mhz)yang tidak dipakai tersebut, test drive, dan tokcer BIOS muncul dengan senyum lebar. Mantap jalan semua, sekarang tinggal mencari solusi OS yang murah namun powerful dan mudah untuk dioperasikan. Berikut beberapa pilihan OS yang pernah aku gunakan:
1. Mac OS X? heheheh udah pasti mahal dan gak mungkin jalan dengan mulus di PC rakitan berbasis Intel bukan besutan Apple.
2. Windows Vista? hmmmmmm kelaut aje dengan spek seperti itu, minimum memory aja 2 GHz (recommended), yang ada malah meledak tu PC butut.
3. Windows XP?? hmmmmmm tetep aja terlalu mahal jika aku compare dengan kebutuhanku.
Pastilah pilihanku jatuh pada beberapa distro Linux.
4. Red Hat dan variannya?, walupun ada yang gratisan, aku cuma punya 1 CD kosong, itu juga minta Ma Mas Eka seniorku skaligus empunya PC bekas tersebut, masak udah ngerampok PC-nya, sekarang minta CDnya banyak2 pula kekekek gak deh.
Tak pelak lagi OS Idolku jatuh pada Ubuntu Sang Linux For Human Being, Ksatria Pringgondani (lah ini kok kayak Gatotkaca?) yang tentu distribusinya bisa aku donwload pada saat itu juga dengan gratis dan langsung burn ke 1 keping CD rampokan dari Mas Eka tadi. Dan perlu aku garis bawahi, Distribusi yang aku donlot adalah Ubuntu 8 yang merupakan RELEASE TERBARU.
Aku Instal, gak nyampe setengah jam proses instalasi + instalasi program yang aku butuhkan seperti FreeNX untuk remote desktop, OpenSsh dan Ftp untuk secure remote console dan file sharing, Apache,Php dan Mysql untuk web development, dan abrakadabra…… JREEEEEEEEENGGGGGGG sebuah mesin development yang aku butuhkan-pun siap “menari-nari” di depanku. OS Ubuntu Versi terbaru yang berjalan diatas PC bekas dengan spek yang ampun dah, kalo dijual mungkin udah gak ada yang mau beli lagi, kecuali tukang besi kiloan, Namun sekarang siap aku gunakan untuk development Web Berbasis PHP-Mysql dan maenan “Si Pinguin” yang lucu itu(red Linux) baik untuk Ngenet, Chating, Coding, Parsing,Debuging ammmppee Nungging.

- Remote My Little Ubuntu from My Cute Mac OS X
Dari situlah aku berfikir bahwa untuk mendapatkan sebuah fasilitas yang bagus tidaklah membutuhkan biaya yang besar. Bayangkan bila PC2 bekas itu aku kumpulkan dari perusahaan2 yang udah gak memerlukannya lagi atau instansi pemerintah yang udah upgrade ke system yang terbaru tanpa disertai dengan upgrade kebutuhan dan OTAK!!!!. Lalu Linux sebagai OS-nya yang gratis, dan dengan koneksi internet paket speedy office(biaya minta aja ma pemda,dari pada dikorupsi
), sebuah lab yang terhubung ke Internetpun terbentuk tanpa biaya yang mahal. Bayangkan kalau fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh desa2 dengan usaha kecil dan rumahtangga sebagai basis ekonominya, atau sekolah2 memiliki anak didik dengan semangat untuk maju namun tertindas oleh anak2 pejabat yang menyingkirkan mereka dengan kekuatan ekonomi dan kekuasaan. dengan sedikit arahan dan training singkat, aku yakin mereka (red para pemuda dan siswa) mampu mengembangkan kreatifitas diri dan berkreasi di dunia maya dan bersaing dengan mereka yang disuport dengan fasilitas lengkap bahkan sangat berlebih dari orangtua (sukur2 buakan hasil korupsi) namun tiada dapat memanfaatkannya.
Mungkinkah aku mewujudkannya setidaknya untuk desa dan almamaterku sendiri di desa nun jauh disana?? melihat apa yang dilakukan Om Ono W Purbo…… kenapa gak!!!! KASI DAHHHH!!!