Archive for the ‘Lentera Hati’ Category

For the Light I am Running Away

Thursday, June 10th, 2010

I’m running away…

to the Light then I pray..

and I’m sorry to say..

I’ve left you behind

cuz you can’t come

this way.

I’m running away…

cuz I miss the Light in my pray…

Stop crying

the foot print I’ve left behind

you have to learn how to get it,

in the way

Open your mind

trough the forehead

it’s not your time

wait for the best

light up your soul

try to learn from the memories

of hope and stories

Cuz for real

I’m not going anywhere

cuz I’m here with You

every where

The Light is waiting for me..

although I’ll go first

I’ll wait for you

cuz I Love U

I’m Sorry

The Light is waiting for me…

please forgive the past

that harmed you

with Love for U

I’m sorry

don’t try to understand

cuz I’m running away

just flow trough this way

then you will be at Home

someday..

Harga Diri dan Nurani

Friday, May 21st, 2010

Mungkin Tuhan telah menunjukan titik cerah buat bangsa ini. Telah bermunculan para pemuda-pemudi yang berpegang teguh pada Harga Diri. Mereka dilecehkan, diremehkan dan tanpa omong kosong tak bermakna, mereka tunjukan secara kongkrit dengan memilih untuk keluar dari situasi tertekan itu. Mereka memilih dunia yang oleh Nurani mereka akan membawa kebahagiaan, walaupun dunia itu tanpa kuasa dan kemasyuran.

Berikut kutipan kutipan mereka yang membuat saya lebih bersemangat:

Ibu Sri Mulyani:

“Saya berhasil dan menang karena tidak didikte oleh siapa pun. Saya merasa berhasil karena saya tidak mengingkari nurani saya, dan saya masih menjaga martabat, serta menjaga harga diri saya. Maka saat ini saya menang,” ungkap Sri Mulyani saat menutup kuliah umum tentang “Kebijakan Publik dan Etika Publik” di Jakarta, Selasa (18/5/2010).

“Kelompok seperti Anda yang kelas menengah dan yang sangat sadar membayar pajak untuk menjaga republik ini tetap berdiri. Sebetulnya, di tangan orang seperti Anda-lah republik ini harus dijaga,” ungkapnya.


“Kalau hari ini ada yang menyesalkan atau menangisi kenapa Sri Mulyani memutuskan mundur dari menkeu, ini adalah suatu kalkulasi bahwa sumbangan saya atau apa pun yang saya putuskan sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam sistem politik ketika perkawinan kepentingan itu sangat dominan. Banyak yang mengatakan ini adalah kartel. Saya lebih suka mengatakannya kawin, walaupun jenis kelaminnya sama,” ungkapnya.

Bapak Anggito Abimayu:

“Saya hanya mengatakan bahwa saya terusik harga diri saya sebagai sikap hak asasi saya.”

“Saya ingin pulang, ingin mengabdi ke instiusi yang membesarkan saya selama ini. Tidak ada kebencian, kekecewaan, hanya kerinduan saya pada kampus dan kebetulan keluarga saya sudah boyongan ke Yogya. Jadi ada baiknya juga setelah 10 tahun saya kembali mengabdi kepada institusi,”

sumber : http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/05/21/1025086/Ini.Harga.Diri..Bukan.Sakit.Hati


Itulah yang dipilih oleh Ibu Ani dan Mas Anggito. Dan secara kongkrit (tak hanya omongan tanpa makna, karena apa yang saya tulis di Blog ini adalah apa yang telah terjadi dalam hidup saya dan bukan hanya teori), saya pun telah menentukan pilahan itu… Prinsip dan Harga diri telah saya bela mengesampingkan kuasa dan kemasyuran. Dan semoga kekuatan itu akan tetap tegar saya pegang samapai kapanpun. Karena sesungguhnay ukuran Kebahagiaan setiap orang itu berbeda tergantung sudut pandang mana yang ia pilih dalam menjalani hidup. Dan penghormatan atas pilihan itulah adalah kedewasaan.

Karena, yang pasti perlawanan atas penindasan seperti itu tidak selamanya harus dilawan dengan Sakit Hati dan Kebencian. Tapi dengan penentuan sikap kedewasaan dan ksatria, seperti yang diungkapkan oleh Mas Anggito di atas. Hati tetap terbuka dan selalu menjaga perasaan orang, apa lagi yang belum mengerti sejauh mana makna dari Kebahagiaan kita dan sikap yang kita ambil. Seperti kata Bu Ani.. Saya Menang..

Menang karena berhasil mengalahkan Kebencian, Sakit Hati, Emosi  serta Diri Sendiri.

Image Source : http://warnaotakku87.blog.friendster.com/files/freedom2.jpg

Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

Wednesday, May 12th, 2010

Tersenyumlah

Wednesday, May 5th, 2010

Berhentilah menangis kawan

Karena tangismu akan menyakiti orang yang ingin melihatmu tertawa….

Berhentilah tertawa teman, seperti halnya tangismu,

Tawamu akan menyakiti orang yang ingin membuatmu menangis..

Tersenyumlah Sahabat…

Karena senyummu meluluhkan dan mendamaikan hati yang bertentangan denganmu

Dan tak akan ada yang tersakiti oleh ketulusan Kasihmu

Rumah Sejati

Thursday, February 4th, 2010
“Dia bagaikan seorang Ibu yang melepas anak kesayangan-Nya di dunia fana/maya,
dan telah berkali-kali Dia mengirim Pelayan-Nya yang paling setia, untuk mengantarkan
anak-Nya pulang ke Rumah Sejati dengan jalan Kasih Yang Paling Utama, namaun kadang
kita tidak menyadari Kasih itu dengan sempurna”.

“Dan sesungguhnya, Rumah itu tidaklah terlalu jauh dari kita, hanya saja kita belum mengetahui
kalau itu sebenarnya adalah rumah kita, kiblat kita, tujuan kita dan tempat kita
kembali merasakan Belaian-Nya, Kasih-Nya dan Cinta-Nya yang sempurna”.

HATI KITA SENDIRI
My Heart

Surat Buat Kampung Halaman

Tuesday, January 19th, 2010

Yang Terkasih Kampungku,

Apa kabar ? Aku berharap engkau dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Diriku di sini baik-baik saja, berkat doamu aku masih bisa menyapa teman-temanku dan mengingat lembayungmu. Bersama surat ini, aku ingin menyampaikan kerinduan yang sangat mendalam yang aku rasakan, kerinduan yang tak pernah aku rasakan sebalumnya, hanya kepadamu dan Ibunda Pertiwi.

Kampungku….

ingin rasanya kembali bercengkrama dengamu, melewati waktu di tepian sawah belakang rumah, merasakan jernihnya air kehidupan, menaikkan layang-layang harapan setinggi-tingginya, serta tidur di halaman Rumah-Nya saat bulan purnama tiba.

Kampungku……

Sekarang aku jauh darimu, namun kerinduanku sekarang ini kepadamu tak akan cukup jika aku suratkan di sepanjang jalan menuju dirimu. Bahkan jika seluruh air laut aku jadikan tinta untuk penaku-pun tak akan cukup.

Kampungku….

Maafkan aku, tiada dapat aku mengunjungimu sekarang ini. Namun percayalah… jikalau senandung di pagi hari melantun dari bibirku, tiada lain hanya senandung rindu akan dirimu, senandung keindahan pesonamu dalam kalbu, yang terpancar dalam senyumku di tiap pagi yang aku lewati.

Kampungku…..

Aku titipkan kedua Orang Tuaku bersamamu, karena hanya dirimulah yang akan memberikan kedamaian buat mereka sepertihalnya kedamaian yang aku rasakan, walau hanya bisa mengenang keindahan dan menghirup aromamu dari keletihan hati.

Kampungku…..

Surat ini aku awali dan aku akhiri dengan paragraf cinta yang tersirat indah dalam hati. penuh harap dan tetap menanti… menanti waktu untuk aku kembali bersamamu dan mentari… telusuri pematang hati yang terbentang sebagai permadani kehidupan.

Dan bersama kalimat penutup ini aku lantunkan Doa untuk mu….. Hanya untukmu.

Salam Hangat

Pemujamu

Switch to our mobile site