Rumah Sejati

“Dia bagaikan seorang Ibu yang melepas anak kesayangan-Nya di dunia fana/maya,
dan telah berkali-kali Dia mengirim Pelayan-Nya yang paling setia, untuk mengantarkan
anak-Nya pulang ke Rumah Sejati dengan jalan Kasih Yang Paling Utama, namaun kadang
kita tidak menyadari Kasih itu dengan sempurna”.

“Dan sesungguhnya, Rumah itu tidaklah terlalu jauh dari kita, hanya saja kita belum mengetahui
kalau itu sebenarnya adalah rumah kita, kiblat kita, tujuan kita dan tempat kita
kembali merasakan Belaian-Nya, Kasih-Nya dan Cinta-Nya yang sempurna”.

HATI KITA SENDIRI
My Heart

Surat Buat Kampung Halaman

Yang Terkasih Kampungku,

Apa kabar ? Aku berharap engkau dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Diriku di sini baik-baik saja, berkat doamu aku masih bisa menyapa teman-temanku dan mengingat lembayungmu. Bersama surat ini, aku ingin menyampaikan kerinduan yang sangat mendalam yang aku rasakan, kerinduan yang tak pernah aku rasakan sebalumnya, hanya kepadamu dan Ibunda Pertiwi.

Kampungku….

ingin rasanya kembali bercengkrama dengamu, melewati waktu di tepian sawah belakang rumah, merasakan jernihnya air kehidupan, menaikkan layang-layang harapan setinggi-tingginya, serta tidur di halaman Rumah-Nya saat bulan purnama tiba.

Kampungku……

Sekarang aku jauh darimu, namun kerinduanku sekarang ini kepadamu tak akan cukup jika aku suratkan di sepanjang jalan menuju dirimu. Bahkan jika seluruh air laut aku jadikan tinta untuk penaku-pun tak akan cukup.

Kampungku….

Maafkan aku, tiada dapat aku mengunjungimu sekarang ini. Namun percayalah… jikalau senandung di pagi hari melantun dari bibirku, tiada lain hanya senandung rindu akan dirimu, senandung keindahan pesonamu dalam kalbu, yang terpancar dalam senyumku di tiap pagi yang aku lewati.

Kampungku…..

Aku titipkan kedua Orang Tuaku bersamamu, karena hanya dirimulah yang akan memberikan kedamaian buat mereka sepertihalnya kedamaian yang aku rasakan, walau hanya bisa mengenang keindahan dan menghirup aromamu dari keletihan hati.

Kampungku…..

Surat ini aku awali dan aku akhiri dengan paragraf cinta yang tersirat indah dalam hati. penuh harap dan tetap menanti… menanti waktu untuk aku kembali bersamamu dan mentari… telusuri pematang hati yang terbentang sebagai permadani kehidupan.

Dan bersama kalimat penutup ini aku lantunkan Doa untuk mu….. Hanya untukmu.

Salam Hangat

Pemujamu

Keunggulan Blogger

Bermula dari sebuah kutipan di Kompas.com

Remaja yang akrab dengan internet dan gemar blogging terbukti lebih memiliki keunggulan rata-rata 45 persen dibandingkan yang tidak.

Dari kutipan tersebut muncul pertanyaan menarik yang menjadi latar belakang kenapa tulisan ini tertuang kemudian. “Apa keunggulannya??”

Dengan ngeblog seseorang dituntut untuk selalu bisa mengamati sesuaatu, mengolahnya dalam pemikiran-pemikiran dan menuangkannya dalam untaian kata dan kalimat dalam sebuah tulisan. Ini membuat seorang blogger terlatih untuk selalu menghasilkan hal-hal baru yang berbeda dan bermanfaat buat orang yang akan membaca tulisannya. Dengan demikian dengan sendirinya kreatifitasnya pun terlatih, apa lagi jika apa yang dia tuangkan dalam tulisan itu bisa menginspirasai orang lain maupun dirinya sendiri, untuk bisa menghasilkan sesuatu yagn lebih nyata, seperti yang dilakukan rekan-rekan BBC, membentuk sebuah komunitas yang mampu menggerakan semua anggotanya untuk melakukan hal-hal positive yang bergunabuat banyak orang. Selalu terlatih untuk menghasilkan hal-hal baru (baik berupa tulisan maupun realisasinya) itulah yang disebut selalu melatih kreatifitas. Selalu haus akan hal hal baru yang kadang lebih menantang.

Seperti slogan Bali Blogger Community

“Mai Ngeblog Pang Sing Belog” yang artinya “Mari Ngeblog Biar tidak Bodoh”

Semoga Bermanfaat.


Selamat Ulang Tahun BBC

Kasta

Swami Śivānanda:

“Seorang Brāhmaṇa bukanlah Brāhmaṇa, bila ia tidak dikaruniai oleh watak yang murni dan baik serta bila ia menjalani kehidupan yang tidak bermoral dan pemboros. Seorang Śūdra adalah Brāhmaṇa, bila ia menjalani kehidupan yang bajik dan mulia.”

Sebagai contoh bagaimana keagungan jiwa Vidūra. Bagaimana mulia, terus terang, ketulusan siswa Satyakāma Jābāla dalam Chāndogya Upaniṣad. Golongan merupakan masalah sifat dan fungsinya, bukan hanya keturunan.

cātur varṇyam mayā sṛśtaṁ guṇa karma vibhāgaśaḥ
Tasya kartaram api mam viddhy akartāram avyayam

Aku ciptakan cātur varṇa (empat pembagian profesi masyarakat)
menurut tiga sifat alam (triguṇa) dan pekerjaan (karma)
yang terkait dengan sifat itu. Walaupun Aku yang menciptakan sistem ini,

ketahuilah Aku sebagai yang tidak berbuat, karena Aku tidak dapat diubah
(Bhagavadgītā IV.13)

BHISAMA PHDI TENTANG CATUR WARNA
http://www.iloveblue.com/printnews.php?jenis=article&pid=757

mari kita luruskan!!

Semoga semua mahluk, skali lagi SEMUA MAHLUK (gak peduli agama dan kastanya apa) berbahagia.

The World is Getting Flat

“Yang lebih dibutuhkan dunia di era keterbukaan dan kemudahan informasi dan teknologi seperti sekarang ini adalah kreatifitas, dibading kepintaran.

Kemudahan informasi dan teknologi menjadikan tingkat pengetahuan orang setara(Flat).

Yang membedakan adalah bagaimana kreatifitasnya bekerja untuk mengolah informasi tersebut, untuk menghasilkan nilai lebih untuk dirinya dan masyarakat.”

terinspirasi dari cara Google memperlakukan employee-nya yang mungkin sedikitpun gak pernah terpikirkan oleh HRD di perusahaan lain yang masih terpaku pada teori2 kaku tanpa menginkuti perkembangan tingkat kenyamanan manusia, dengan kemudahan informasi seperti sekarang ini.