07.03.08

Just a Quote of Life

Posted in Lentera Hati [Peace] at 1:48 am by co-that

Belajar untuk mencari keheningan dalam keramaian, kedamaian dalam kesembrawutan,penjelasan dalam kebingungan dan cinta dalam kebencian :)

Dan belajar untuk menerima semua penderitaan sebagai karma dari perbuatan kita terdahulu, membawa pemahaman akan perjalanan ini yang demikian berarti.

Tangis, tekanan dan air mata mengantar pada kelegaan batin yang dalam, walau sekarang semua itu tak lagi dapat dibedakan dengan kesenangan dan tawa. Hanya berusaha meletakan kebahagiaan diantaranya.

Mengalir dan mengalir…. membasuh setiap hal yang dilalui dengan kesejukan hati.

Semoga alam semesta dan isinya diberkati dan selalu berbahagia

OM

06.13.08

Tat Twam Asi

Posted in Lentera Hati [Peace] at 8:56 am by co-that

Aku datang padanya dan bertanya “Guru, apakah Engkau Tuhan?”, Dia tersenyum dan menjawab penuh cinta “Kamupun Tuhan anakku”.

Tak tertahankan lagi air mata ini mengalir, mengingat apa yang telah aku lalui

05.15.08

No Need allot of Money to Get a Great Facilities

Posted in Motivations, Computer Science, Padamu Negeri [For Indonesia] at 10:21 am by co-that

Pernahkah kita membayangkan, desa kelahiran kita yang mungkin letaknya di pelosok , memiliki sebuah laboratorium untuk para pemudanya mengembangkan diri, siap bersaing secara individu di dunia yang sudah mulai datar ini??, dan fasilitas itu bisa diperoleh dengan biaya yang sangat murah? Membayangkan bagaimana pemuda pengrajin ukiran khas daerah setempat, yang selama ini hanya menjadi “buruh” para distributor, menjajakan hasil karya mereka di Friendster/ Multiply / bloger.com atau Kaskus.us atau bahkan e-bay(kalo gak di black list indonesia :D)? dan ikutan berperan dalam distribusi hasil keringat mereka sendiri, keseluruh belahan dunia? Di dunia dengan teknologi yang mulai mendatarkan dunia itu sendiri, semua itu sangatlah mungkin.

Bermula dari kebutuhan akan sebuah server, untuk development aplikasi berbasis PHP-Mysql, yang sebenarnya tidaklah membutuhkan spesifikasi mesin yang tinggi, apalagi tampilan grafik yang aduhai, ide gila ini muncul dengan tiba-tiba.

Pagi itu,tak sengaja perhatianku tertuju pada beberapa PC bekas yang telah lama tidak digunakan, yang diletakkan di kolong meja beberapa senior di kantor. Dan saat itu juga teringat sebuah petikan yang disampaikan Lhutfhy (bener gak sih tulisan loo kayak gini?? salah terus gw :D) beberapa hari sebelumnya, “System yang baik bukanlah System yang memiliki fungsi yang lengkap untuk kebutuhan semua orang, tapi System yang memiliki fungsi yang lengkap untuk kebutuhan orang yang menjalankan System tersebut”. Kembali aku bertanya, pada diriku, untuk melakukan Komperasi kebutuhanku saat ini. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah mesin development yang usernya sudah pasti hanya diri sendiri dan hanya akan menggunakan service dari Apache dan Mysql. Kebutuhan ini tidaklah membutuhkan spek mesin yang tinggi apalagi Operating System dengan Graphical User Interface yang wah, aduhai, dan bahenol seperti yang ditawarkan beberapa OS dari vendor terkenal, dan dengan haraga beberapa ratus dolar.

Dari situ aku mulai mengumpulkan beberapa PC bekas (Processor Intel Pentium III 650Mhz, HD 12 GHz, Memory 256Mhz)yang tidak dipakai tersebut, test drive, dan tokcer BIOS muncul dengan senyum lebar. Mantap jalan semua, sekarang tinggal mencari solusi OS yang murah namun powerful dan mudah untuk dioperasikan. Berikut beberapa pilihan OS yang pernah aku gunakan:

1. Mac OS X? heheheh udah pasti mahal dan gak mungkin jalan dengan mulus di PC rakitan berbasis Intel bukan besutan Apple.

2. Windows Vista? hmmmmmm kelaut aje dengan spek seperti itu, minimum memory aja 2 GHz (recommended), yang ada malah meledak tu PC butut.

3. Windows XP?? hmmmmmm tetep aja terlalu mahal jika aku compare dengan kebutuhanku.

Pastilah pilihanku jatuh pada beberapa distro Linux.

4. Red Hat dan variannya?, walupun ada yang gratisan, aku cuma punya 1 CD kosong, itu juga minta Ma Mas Eka seniorku skaligus empunya PC bekas tersebut, masak udah ngerampok PC-nya, sekarang minta CDnya banyak2 pula kekekek gak deh.

Tak pelak lagi OS Idolku jatuh pada Ubuntu Sang Linux For Human Being, Ksatria Pringgondani (lah ini kok kayak Gatotkaca?) yang tentu distribusinya bisa aku donwload pada saat itu juga dengan gratis dan langsung burn ke 1 keping CD rampokan dari Mas Eka tadi. Dan perlu aku garis bawahi, Distribusi yang aku donlot adalah Ubuntu 8 yang merupakan RELEASE TERBARU.

Aku Instal, gak nyampe setengah jam proses instalasi + instalasi program yang aku butuhkan seperti FreeNX untuk remote desktop, OpenSsh dan Ftp untuk secure remote console dan file sharing, Apache,Php dan Mysql untuk web development, dan abrakadabra…… JREEEEEEEEENGGGGGGG sebuah mesin development yang aku butuhkan-pun siap “menari-nari” di depanku. OS Ubuntu Versi terbaru yang berjalan diatas PC bekas dengan spek yang ampun dah, kalo dijual mungkin udah gak ada yang mau beli lagi, kecuali tukang besi kiloan, Namun sekarang siap aku gunakan untuk development Web Berbasis PHP-Mysql dan maenan “Si Pinguin” yang lucu itu(red Linux) baik untuk Ngenet, Chating, Coding, Parsing,Debuging ammmppee Nungging.

  1. Remote My Little Ubuntu from My Cute Mac OS X

Dari situlah aku berfikir bahwa untuk mendapatkan sebuah fasilitas yang bagus tidaklah membutuhkan biaya yang besar. Bayangkan bila PC2 bekas itu aku kumpulkan dari perusahaan2 yang udah gak memerlukannya lagi atau instansi pemerintah yang udah upgrade ke system yang terbaru tanpa disertai dengan upgrade kebutuhan dan OTAK!!!!. Lalu Linux sebagai OS-nya yang gratis, dan dengan koneksi internet paket speedy office(biaya minta aja ma pemda,dari pada dikorupsi :P), sebuah lab yang terhubung ke Internetpun terbentuk tanpa biaya yang mahal. Bayangkan kalau fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh desa2 dengan usaha kecil dan rumahtangga sebagai basis ekonominya, atau sekolah2 memiliki anak didik dengan semangat untuk maju namun tertindas oleh anak2 pejabat yang menyingkirkan mereka dengan kekuatan ekonomi dan kekuasaan. dengan sedikit arahan dan training singkat, aku yakin mereka (red para pemuda dan siswa) mampu mengembangkan kreatifitas diri dan berkreasi di dunia maya dan bersaing dengan mereka yang disuport dengan fasilitas lengkap bahkan sangat berlebih dari orangtua (sukur2 buakan hasil korupsi) namun tiada dapat memanfaatkannya.

Mungkinkah aku mewujudkannya setidaknya untuk desa dan almamaterku sendiri di desa nun jauh disana?? melihat apa yang dilakukan Om Ono W Purbo…… kenapa gak!!!! KASI DAHHHH!!!

04.28.08

The Miracle Of Water or The Miracle of Love??

Posted in Lentera Hati [Peace], Motivations, Mind, Body and Soul at 10:22 am by co-that

Melintasi beberapa tumpukan buku bertuliskan “Best Seller” diatasnya, menggerakan kedua bola mataku ke kanan dan kekiri mencari beberapa judul yang kira-kira bisa membuat aku, stidaknya tertarik untuk membaca sinopsis yang tersurat di balik setiap buku tersebut. Sebuah buku, yang sebenarnya telah lama menghiasi tumpukan serupa kembali, untuk kesekian kalinya menarik perhatianku untuk membacanya. Ya buku hasil karya Masaru Emoto yang bertitle “The Miracle of Water” kembali memikatku untuk memahami apa yang ingin disampaikan penulisnya. Dalam sebuah buku terjemahanke dalam bahasa Indonesia (biasalah Englishku cuma senin kamis :P) yang tebalnya kira-kira 92 halaman, aku mencoba mencari apa yang sebenarnya ingin disampaikan sang penulis. Setelah bolak balik (bukan cuma bukunya, tapi pembacaya juga, kadang ke tengadah, kadang tengkurep kadang nungging, kadang jongkok upss di kamar ini bukan kamar mandi :D) membaca buku yang sebenarnya sudah bukan tergolong buku yang baru lagi (waktu baru terbitnya, jangankan beli buku, buat makan aja susah), aku sampai pada kesimpulan yang mungkin sedikit berbeda dengan pembaca lain.

Dari pujian-pujian yang aku baca dari beberapa blog yang membahas isi dari buku ini, kebanyakan sangat mengagumi object yang dibahas di dalamnya, yaitu air, dimana mampu menghasilkan kristal-kristal mengagumkan dan disertai kata “Maha Besar Tuhan telah menciptakan air untuk kita semua”. Buatku, itu bukanlah suatu hal yang “wah” untuk dikagumi, buatku semua ciptaan Tuhan selalu mengagumkan dan selalu bermanfaat buat umat manusia, bahkan hanya sebuah batu krikil di pinggir sungai.

Seharusnya yang kita kagumi adalah apa yang membuat air demikian indahnya “menari” dan “tersenyum” seperti itu. Seperti yang dijelaskan Dr. Masaru, Resonansi dari getaran energi positive kehidupan yang timbul dari aksi yang dilakukan manusialah semua itu terjadi. Masih kah ingat kita dengan Hukum Newton III (halaaahhhh Nilai raport Fisika merah aja blagu :D), “Setiap Aksi Menimbulkan Reaksi”, inipun berlaku untuk manusia bahkan jauh sebelum Newton mematenkan, hukum ini telah dikenal dengan sebutan Karma (bukanlah Hukuman Tuhan, emang Tuhan algojo?? tapi merupakan Reaksi dari apa yang telah kita lakukan, Dia gak usah turun tangan, udah ada systemnya sendiri ya tentunya Dia yang coding dan ngompilenya ampe jadi executable halah sok IT).

Manusia terdiri dari 90% air yang membentuk tubuhnya, dan dikelilingi oleh energi atau gelombang elektromagnetik yang banyak dikenal sebagai aura atau dalam bahasa Yoga/Reiki disebut prana. Dan loncatan dari energi ini dipengaruhi oleh setiap pikiran/prilaku dan perkataan manusia dan akan mempengaruhi setiap benda/energi di sekitarnya, termasuk di dalamnya air. Dan oleh Dr. Masaru, diabadikan beberapa reaksi yang dihasilkan air, dari aksi Cinta, Kasih dan berbagai aksi positif yang kita lakukan, dan aku meyakini tidak cuma air, batu, tanah, pohon, binatang, semua hal yang Dia sediakan untuk kita di alam ini akan “Tersenyum” pula apabila energi cinta dan kasih itu kita tebarkan untuk alam semesta ini. Dan jangan lupa, tubuh kita sendiripun adalah air yang akan bereaksi serupa dan akan membawa kesehatan kedamaian serta kebahagiaan.

Oleh sebab itu marilah kita tebarkan Cinta dan Kasih, mulai dari diri sendiri, sesama dan untuk semua mahluk di alam semesta ini. Mulai dari senyuman, ucapan terima kasih hingga Doa merupakan aksi yang memancarkan energi positive untuk kita semua. Jadi aku lebih setuju apabila buku ini diberi judul The Miracle of Love

04.08.08

Kyle XY, Session 1

Posted in Lentera Hati [Peace], Motivations, Mind, Body and Soul at 11:46 am by co-that

“Yudi coba deh tonton serial ini, aku yakin kamu pasti suka”, Lhutfi meyakinkan aku, yang memang tidak terlalu suka nonton serial2 tv yang lagi ngetren belakangan seperti Heros, Prison Break, atau sinetronya Cinta Laura dll. Dari sinopsis singkat di tengah rasa lapar karena hari udah menunjukan pukul 12.00 WIB, Lhutfi menggambarkan bagaimana Kyle, seorang anak yang “diciptakan” dengan kemampuan IQ yang sungguh luar biasa bisa menghafal Ensiklopedia dunia hanya dalam waktu beberapa jam saja, atau memecahkan permasalahan matematis yang harusnya diselesaikan oleh seorang profesor berbintang 5 (haduh Alrm Pak Harto ni magsudnya??). Diceritakan pula Kyle “lahir” dalam keadaan sudah bertubuh seorang remaja berusia 16 tahunan, namun masih bagaikan bayi yang tidak tau apun di dunia ini. Hmm Menarik juga pikirku, dan akupun mencoba mengikuti ceritanya.

Namun apa yang membuat aku kagum dan tiba-tiba menjadi sitia untuk menantikan download-an Lhutfi episod demi episod dari serial ini? bukan-bukan karena Kyle menggunakan 75% otaknya (Enstain hanya menggunakan 9% dari semua kemampuan otaknya, kalau gw cuma 0,00000000000000000000000………1 % ampe puas banget sekali!!!) tapi kemampuan pembuat ceritanya yang memberikan tuntunan demi tuntunan moral dalam kehidupan Kyle dan mungkin tanpa kita sadari juga terjadi dalam kehidupan nyata. Di sini aku sadar, setinggi apapun IQ orang, tidak akan mampu mempelajari Manusia ( dan kehidupan sosial dan spiritualnya) dalam waktu singkat, dan bahkan seorang Kyle-pun merasakan stres dan bingung mempelajari setiap tingkah laku manusia di sekitarnya, dan dia membutuhkan waktu seumur hidup untuk bisa memahami semuanya. Apa lagi yang berhubungan dengan Rasa dan Perasaan serta bagai mana menerima hal-hal yang hanya bisa dirasakan tanpa penjelasan logis. Dan peran seorang Nicol Trigger-lah yang membuat Kyle sang Jinius memahami apa arti cinta dan perasaan. Peran seorang Ibu yang sempurna menurutku apik sekali dilakonkan dalam peran Nicol tersebut.

Jadi kesombongan akan perkembangan Otak Kirimu tidak akan berarti sebelum seimbangan dengan kemampuan Otak Kananmu! Dan hasil pengamatanku selama ini membawa aku pada sebuah kesimpulan yang membedakan antara Kepintaran dan Kecerdasan. Kepintaran biasanya diukur hanya dengan prestasi akademis, namun sayang orang pintar hanya mampu berkembang dengan kepintarannya sendiri. Sedangkan orang cerdas, diukur dari kreatifitas dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan yang paling penting Orang Cerdas adalah orang yang mampu memanfaatkan orang-orang Pintar untuk mencapai tujuannya.

”Justru anak yang cerdas itu adalah anak yang bisa bereaksi secara logis dan berguna terhadap apa yang dialami di lingkungannya”
-Eileen Rachman
psikolog yang juga Direktur Experd, konsultan sumber daya manusia-

Dan semuanya akan lebih sempurna jika dijalankan tidak hanya berdasarkan logika dan pikiran, namun juga Hati, layaknya Kyle dalam usahanya belajar hidup dan kehidupan.

“Because when you love(Not Think/Brain),there’s no limit to what you can accomplish.”
-Kyle-

« Previous entries